Posted by: Tanu Chakuenk | April 2, 2012

Tugas 2 (Etika Profesi)

1.Moral dengan etika dan berikan contoh masing-masing dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitanerat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan ataucara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk (http://www.scribd.com/doc/8365104/PENGERTIAN-ETIKA).
Moral adalah kelakuan yang sesuai dengan ukuran (nilai-nilai masyarakat) yang timbul dari hati bukan paksaan dari luar, yang disertai pula oleh rasa tanggung jawab atas kelakuan tersebut. Tindakan tersebut haruslah mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan atau keinginan pribadi. (http://kafeilmu.com/2012/02/pengertian-moral-dan-akhlaq.html#ixzz1qsDv2dUo)
Sehingga dapat disimpulkan antara moral dan etika terdapat perbedaan dimana moral merupakan suatu perbuatan atau kelakuan yang didasarkan pada nilai-nilai sosial yang ada dimasyarakat yang timbul dari hati nurani dan sikap moral haruslah mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan sendiri, sedangkan etika merupakan pola tingkah laku berdasarkan pemikiran terhadap baik buruknya perbuatan yang dilakukan.
Contoh moral adalah pada saat berdiskusi dengan teman lain, harus bisa menerima saran-saran yang diberikan oleh teman lain. Contoh etika adalah pada saat teman sedang persentasi di kelas, maka kita harus mendengarkannya dan tidak sibuk sendiri.

2.Perbedaan kantianisme dengan utilitariansme, berikan contoh dari masing-masing tersebut dan paham mana yang lebih banyak dianut.
Kantianisme dan utilitariansme ini sama-sama merupakan sebuah pemikiran atau paham yang dianut oleh seseorang atau sekelompok. Kantianisme adalah sebuah pemikiran yang berdasarkan logika. Seseorang atau sekelompok orang yang menganut paham ini akan selalu patuh pada etika yang dimiliki untuk mencapai keuntungan tanpa harus memikirkan kepentingan orang lain. Utilitariansme adalah sebuah pemikiran yang berdasarkan kepada moral yang dimiliki, sehingga pemikiran tersebut mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentinggan diri sendiri (Ronald,2012).
Sebagai contoh pada proyek mendirikan reaktor nuklir apabila dalam mendirikan reaktor nuklir terjadi suatu masalah dalam reaktor nuklir akan terjadi radiasi nuklir dilingkungan tersebut. Apabila peneliti tersebut memiliki paham kantianisme maka hal yang dilakukan adalah mencari solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut tanpa harus memusnakan atau menghancurkan reaktor nuklir tersebut padahal apabila hal tersebut dibiarkan terus menerus akan terjadi radiasi nuklir dilingkungan tersebut. Tetapi apabila peneliti tersebut memiliki paham utilitariansme maka hal yang dilakukan adalah menghancurkan reaktor nuklir tersebut agar tidak terjadi radiasi nuklir dilingkungan tersebut sehingga tidak berbahaya untuk orang lain yang ada di sekitar tersebut.
Maka paham yang paling baik adalah paham utilitariansme, karena paham tersebut memikirkan orang lain dibandingkan dibandingkan kepentingan dirinya sendiri.

3.Pengertian dilema moral
Dilema moral adalah suatu kondisi dimana seseorang diperadapkan dengan 2 atau lebih kondisi yang tidak mengenakkan, tetapi diharuskan harus memilih salah satu kondisi tersebut (Ronald,2012).
Sebagai contoh sebuah perusahaan yang memiliki reaktor nuklir dimana reaktor nuklir tersebut digunakan untuk menjalankan mesin di perusahaan tersebut. Suatu hari reaktor nuklir tersebut terjadi kebocoran, sehingga timbul radiasi nuklir di lingkungan tersebut. Pihak perusahaan dituntut untuk bisa memperbaiki reaktor nuklir, karena reaktor nuklir tersebut merupakan salah satu sumber energi. Di satu sisi pihak perusahaan harus membumiharuskan reaktor nuklir, karena cepat atau lambat kerusakan itu akan menimbulkan radiasi nuklir yang berbahanya. Perusahaan tersebut mengalami dilema moral.

4.Kopetensi apa yang harus dimiliki oleh seorang sarjana teknik industri.
Seorang sarjana teknik industri harus memiliki kopentensi dalam hal peningkatan kualitas, perancangan disain produk, sistem produksi dan ergonomi. Hal-hal inilah yang harus dimiliki oleh seorang sarjana teknik industri.
-Peningkatan kualitas.
Dimana peningkatan kualitas tersebut sangat penting di perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain. Untuk itu sarjana teknik harus dapat berkopetensi dalam peningkatan kualitas, sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas.
-Perancangan disain produk
Dimana seorang sarjana teknik industri harus bisa merancang atau mendisain suatu produk yang ENASE.
-Sistem produksi
Dimana seorang sarjana teknik industri harus bisa merancang atau mendisain suatu proses produksi yang baik dan efisien.
-Ergonomi
Dimana sarjana teknik industri harus bisa menganalisis perancangan kerja yang baik, keselamatan dan kesehatan seorang pekerja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: