Posted by: Tanu Chakuenk | October 28, 2012

Wirausahaan

KEWIRAUSAHAAN

 

Kewirausaahaan (Entrepreneurship) berasal dari bahasa perancis yang artinya Perantara. Kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

Wirausahaan dapat didefinisikan sebagai orang-orang yang berbakat dalam melihat atau menilai kesempatan-kesempatan bisnis dalam menjual suatu produk, dengan mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan. Biasanya orang yang mempunyai jiwa wirausahaan berani mengambil resiko, memobilisasi dan mengalokasikan modal, menciptakan barang baru dan berani mengurus perusahaan. Ada 3 jenis perilaku wirausahaan yaitu:

1. Memulai inisiatif.

Memulai inisiatif berarti memiliki pola pikir yang luas dan kreatif serta suatu tekat yang bulat ingin berwirausaha.

2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis. Artinya seorang wirausaha harus mampu merubah semua faktor yang mempengaruhi dalam kelangsungan usahanya secara praktis untuk menunjang kelancaran usahanya.

3. Diterimanya resiko

Seorang wirausaha juga harus bisa meenerima segala resiko dalam menjalankan usahanya yaitu suatu kegagalan dalam usahanya.

Wirausahaan dunia modern pertama kali muncul di Inggris pada masa revolusi pada akhir abad ke 18. Kunci penting seseorang dalam wirausahaan adalah sebagai berikut:

  1. Berkarya, kreatif dan inovatif serta  memiliki ketrampilan.
  2. Berdaya tahan atau ulet dan pencari peluang atau tanggap terhadap peluang.
  3. Memiliki komitmen untuk menciptakan nilai tambah.
  4. Berani mengambil resiko.
  5. Memiliki visi masa depan dan kemampuan mencapai visi tersebut.
  6. Percaya diri dan Mampu berkomunikasi secara efektif

Wirausahaan memiliki berbagai macam karakteristik. Berikut ini adalah karakteristik wirausahaan menurut McClelland :

  1. Keinginan untuk berprestasi, pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya.
  2. Keinginan untuk bertanggung jawab segala aktivitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggung jawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
  3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah, hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
  4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil, selalu bersikap optimis bahwa usaha yang dijalankannya akan sealu berhasil dan membawa keuntungan.
  5. Rangsangan oleh umpan balik, cepat tanggap akan situasi yang ada
  6. Aktivitas energik, Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
  7. Orientasi ke masa depan, Memiliki visi dan tujuan yang jelas.Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut.
  8. Keterampilan dalam pengorganisasian, mempunyai kemampuan dalam hal organisasi untuk mengembangkan usahanya.
  9. Sikap terhadap uang, selalu bisa memanfaatkan uang yang di dapat untuk mengembangkan usahanya.

Karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi, sebagai berikut:

  1. Kemampuan inovatif
  2. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
  3. Keinginan untuk berprestasi
  4. Kemampuan perencanaan realistis
  5. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
  6. Obyektivitas
  7. Tanggung jawab pribadi
  8. Kemampuan beradaptasi
  9. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

Dalam mencapai kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi. Berikut ini adalah tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland dan contoh masing-masing.

1. Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach),

Contohnya: karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Karyawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.

2. Kebutuhan berafiliasi (n Afill)

Contohnya : Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFI) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi.

3. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

Contohnya : Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.

Berikut ini adalah sumber-sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru.

  1. Orientasi Eksternal dan Internal
  2. Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru
  3. Proses Perencanaan dan Pengembangan Produk
  4. Produk – produk yang sesuai untuk perusahaan kecil
  5. Arti Penting Orientasi Pemasaran
  6. Matriks produk pasar
  7. Kegagalan dalam memilih peluang usaha baru

Berikut ini adalah unsur-unsur analisa pulang pokok.

  1. Biaya tetap
  2. Biaya variabel
  3. Biaya total
  4. Pendapatan total
  5. Keuntungan
  6. Kerugian
  7. Titik pulang pokok

Waralaba adalah Perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa. Berikut ini adalah jenis-jenis dari waralaba:

  1. Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
  2. Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.

Pemasaran langsung adalah kegiatan yang total di mana penjualan mempengaruhi transfer barang dan jasa pada pembeli, mengarahkan usahanya pada pemerhati dengan menggunakan satu media atau lebih untuk tujuan mengumpulkan tanggapan melalui telepon, pos, atau kunjungan pribadi dari calon pelanggan. Berikut ini adalah teknik alternatif dalam pemasaran langsung:

  1. Periklanan terklasifikasi (classified advertising)
    1. Periklanan display (display ads)
    2. Kiriman pos langsung (direct mail)
    3. Katalog penjualan (catalog sales)
  2. Pemasaran tanggapan langsung media (media directy renponse
    marketing)

Berikut ini adalah pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan.

  1. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)

a. Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang

b. Pemilik tidak perlu membagi laba

2 . Kongsi

a. Ada perjanjian tertulisb.Dimiliki 2 orang atau lebih

b. Umur perusahaan terbatas

c. Pemilikan bersama atas harta

3. Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba

a. Perusahaan Perseroaan

b. Perusahaan dengan badan hukum

c. Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki

d. Pemilikan dapat berpindah tangan

e. Eksitensi relatif lebih stabil/permanen

Berikut ini adalah tiga alternatif pada saat berakhirnya usaha.

1. Liquidasi

2. Reorganisasi

3. Rescheduling


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: